SERANG,- Pemerintah Provinsi Banten melalui UPTD Pengujian Pakan dan Pembibitan Ternak (PPPT) Dinas Pertanian Provinsi Banten terus memperkuat sektor peternakan melalui layanan pengujian mutu pakan dan pembibitan ternak yang terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing peternak di Provinsi Banten.
Selain memberikan pelayanan teknis kepada masyarakat, UPTD PPPT juga menjadi salah satu unit kerja yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten melalui berbagai layanan dan produk peternakan.
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan keberadaan UPTD PPPT memiliki peran strategis dalam memastikan peternak memperoleh pakan berkualitas serta bibit ternak unggul sehingga mampu meningkatkan hasil produksi.
"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga kualitasnya. Karena itu Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat pelayanan kepada peternak melalui UPTD Pengujian Pakan dan Pembibitan Ternak. Kami ingin memastikan peternak memperoleh pakan yang aman dan bermutu serta bibit ternak yang berkualitas sehingga produktivitas terus meningkat," ujar Nasir.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan peternakan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
"UPTD PPPT bukan hanya memberikan pelayanan teknis, tetapi juga menjadi pusat edukasi, konsultasi, dan pengembangan teknologi peternakan bagi masyarakat. Harapannya sektor peternakan Banten semakin maju, mandiri, dan mampu bersaing," katanya.
Laboratorium Terakreditasi Nasional
Salah satu kekuatan UPTD PPPT adalah keberadaan Laboratorium Pengujian Mutu Pakan Ternak (LPMPT) yang telah memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sejak 10 April 2023 dengan Nomor Akreditasi LP-1785-IDN.
Laboratorium tersebut memiliki ruang lingkup pengujian kadar air, kadar abu, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, kalsium, fosfor, hingga pengujian aflatoksin yang mulai masuk ruang lingkup akreditasi sejak Oktober 2025.
LPMPT juga baru saja menjalani kegiatan surveillance kedua dari KAN pada 10 Juli 2026. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan laboratorium tetap konsisten menerapkan standar mutu sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017 sehingga hasil pengujian tetap akurat, terpercaya, dan diakui secara nasional.
Plt Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nano Heriyano, menjelaskan hasil pengujian laboratorium menjadi acuan penting bagi peternak maupun industri pakan.
"Hasil uji laboratorium memberikan kepastian bahwa pakan yang digunakan memenuhi standar mutu dan aman bagi ternak. Dengan begitu, peternak dapat meningkatkan efisiensi usaha serta meminimalkan risiko gangguan kesehatan ternak akibat kualitas pakan yang kurang baik," jelas Nano.
Ia menambahkan laboratorium juga mampu mendeteksi cemaran aflatoksin yang berpotensi membahayakan kesehatan ternak maupun kualitas produk peternakan.
"Selain melakukan pengujian, laboratorium juga menerbitkan Sertifikat Lulus Pengujian (SLP) sebagai bentuk jaminan mutu yang dapat digunakan oleh pelaku usaha maupun peternak," katanya.
Pembibitan Ternak Jadi Motor Pengembangan Peternakan
Tidak hanya laboratorium, UPTD PPPT juga memiliki Instalasi Pembibitan Ternak yang mengembangkan berbagai komoditas seperti sapi perah, sapi pedaging, kerbau, kambing, domba, ayam, dan itik petelur.
Pelayanan yang diberikan meliputi penyediaan bibit ternak unggul, penjualan ternak untuk kebutuhan Iduladha, aqiqah maupun kebutuhan lainnya, penyediaan produk hasil ternak seperti susu sapi segar, telur ayam dan telur itik, hingga pelayanan inseminasi buatan (IB).
Selain itu, UPTD juga menyediakan bibit hijauan pakan ternak seperti rumput Pakchong, rumput gajah, dan Indigofera untuk mendukung ketersediaan pakan berkualitas.
Produk susu sapi segar yang dihasilkan UPTD PPPT juga telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sebagai bukti bahwa proses produksi memenuhi standar higiene dan keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah.
Pusat Edukasi dan Konsultasi Peternakan
UPTD PPPT juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat mengenai pakan maupun pembibitan ternak. Selain itu, UPTD menerima mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum yang ingin melakukan magang maupun kunjungan edukatif.
Nano menegaskan bahwa keberadaan UPTD PPPT diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran peternakan modern di Provinsi Banten.
"Prinsipnya sederhana, jika pakannya bermutu dan bibitnya unggul, maka ternak akan sehat, produktif, dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi peternak. Itulah yang terus kami dorong melalui berbagai layanan UPTD PPPT," pungkasnya.(Adv)
