Serang – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan pembangunan kawasan Alun-alun Kota Serang dengan nilai 50 miliar mulai dilaksanakan pada April 2026. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap proses lelang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyampaikan bahwa proses lelang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah itu, proyek akan segera memasuki tahap pelaksanaan fisik.
“Targetnya lelang selesai dalam satu bulan, setelah itu langsung masuk tahap pembangunan,” ujar Wahyu kepada media.
Namun di sisi lain, rencana pembangunan alun-alun tersebut menuai sorotan dari sejumlah pengamat publik. Saidi Maruf dari lembaga Pusat Informasi Jaringan Rakyat Kota Serang menilai Pemkot Serang juga perlu memprioritaskan penataan dan pembangunan kembali Terminal Banten Lama yang dinilai kondisinya semakin memprihatinkan.
Menurut Saidi, penataan kawasan Banten Lama sangat mendesak untuk mengatasi kesemrawutan, meningkatkan kebersihan, serta mendukung revitalisasi kawasan wisata religi dan cagar budaya yang setiap hari ramai dikunjungi peziarah.
“Penataan dan penertiban ini mencakup relokasi atau penataan pedagang kaki lima, pengaturan zonasi khusus, serta peningkatan fasilitas terminal agar lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi wisatawan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti besarnya anggaran pembangunan alun-alun yang dinilai kurang prioritas dibanding kebutuhan mendesak di Banten Lama.
“Kalau menurut saya, anggaran pembangunan alun-alun itu terlalu besar 50 miliar. Lebih efektif jika sebagian, misalnya Rp10 miliar, dialihkan untuk penataan Banten Lama. Pembangunan alun-alun tidak terlalu urgen, cukup dengan pemeliharaan saja. Sementara penataan Banten Lama sangat mendesak,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pantauan awak media di kawasan Banten Lama, kondisi di lapangan memang terlihat kurang tertib dan nyaman. Kepadatan pedagang serta fasilitas yang kurang memadai menjadi keluhan para pengunjung, meskipun kawasan tersebut selalu ramai oleh wisatawan ziarah setiap harinya.
Dengan kondisi tersebut, publik berharap Pemkot Serang dapat segera merespons dan menyeimbangkan prioritas pembangunan, tidak hanya berfokus pada proyek baru, tetapi juga pada pembenahan kawasan strategis yang sudah ada dan memiliki nilai historis serta ekonomi tinggi.(RS)
