Musim Kemarau 2026 BPBD Fokus Kawasan Utara Kota Serang

Fijar Banten
By -

 

Serang - Sejumlah wilayah di bagian utara Kota Serang masih menjadi titik rawan kekeringan saat memasuki musim peralihan kemarau. Meski sebagian besar daerah sebelumnya sudah terjangkau layanan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan peringatan BMKG terkait potensi El Nino menjadi dasar langkah antisipasi tahun ini. Data wilayah rawan sudah disiapkan untuk memastikan penanganan lebih cepat saat kondisi memburuk.

“Sekarang sudah masuk musim peralihan. Kami sudah pegang catatan wilayah yang berpotensi kekeringan,” kata Diat, Sabtu 25 April 2026.

Perubahan paling terasa terjadi di sejumlah daerah yang sebelumnya langganan kekeringan. Jaringan air bersih dari PDAM dinilai mampu mengurangi risiko di banyak titik. Namun, kawasan Serang Utara masih membutuhkan perhatian, terutama di Kelurahan Sawah Luhur, Kelurahan Banten, dan Margaluyu.

“Yang dulu banyak terdampak sekarang sudah terlayani. Tinggal beberapa titik di utara yang masih jadi fokus,” ujarnya.

Catatan BPBD menunjukkan wilayah dengan dampak paling berat sebelumnya berada di Kecamatan Kasemen, mencapai sekitar 90 persen. Selain itu, beberapa titik di Kecamatan Serang seperti Kelurahan Sukawana dan Cibendung juga sempat mengalami kondisi serupa.

Saat kebutuhan air meningkat, BPBD mengandalkan distribusi darurat sebagai langkah cepat. Bantuan air bersih dikirim langsung ke warga yang mengalami kesulitan.

Dalam penanganan sebelumnya, total air yang disalurkan mencapai lebih dari 150 ribu liter selama kurang lebih tiga bulan. Distribusi dilakukan bertahap hingga kebutuhan warga terpenuhi.

Keterbatasan armada masih menjadi kendala di lapangan. Saat ini BPBD Kota Serang hanya memiliki satu unit mobil tangki, dengan kemampuan pengiriman tiga hingga empat kali dalam sehari pada tahun lalu.

Kondisi tersebut diatasi dengan dukungan berbagai pihak. BPBD menggandeng pemerintah provinsi dan Palang Merah Indonesia (PMI) agar suplai air tetap berjalan. “Karena armada terbatas, kami kolaborasi dengan provinsi dan PMI. Jadi kebutuhan warga tetap bisa terlayani,” kata Diat.

Menghadapi musim kemarau tahun ini, BPBD menyiapkan pola penanganan serupa sambil mendorong penambahan armada. Upaya ini diharapkan mempercepat respons, terutama jika kekeringan meluas di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan air bersih.***

Tags:

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn more
Ok, Go it!