Pandeglang- Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang kini memprioritaskan peningkatan literasi digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menyusul maraknya kasus penipuan bermodus investasi. Langkah ini diambil guna memproteksi pegawai dari ancaman skema ponzi dan aplikasi penghasil uang instan yang kerap memakan korban di lingkungan pemerintahan. Meskipun ribuan situs ilegal telah diblokir oleh kementerian Komunikasi dan Digital (Kemdigi) pergerakan pelaku kejahatan siber yang menggunakan server luar negeri membuat situs-situs baru terus bermunculan dengan cepat.
Kepala Diskomsantik Kabupaten Pandeglang, Nandar Suptandar, mengungkapkan penguatan literasi menjadi pekerjaan rumah besar karena teknologi dan modus penipuan terus berkembang. Selama ini menurutnya pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial hingga media luar ruang, untuk memperingatkan masyarakat akan bahaya kejahatan daring.
Namun, menurutnya kerentanan tetap ada karena pelaku seringkali masuk melalui celah kepercayaan personal antarteman atau kolega dekat di lingkungan kerja. "PR ke depan ini kami harus memperbanyak literasi kepada para ASN agar tidak mudah terjebak. Mereka seringkali tergiur karena promosi dari teman dekat yang menjanjikan keuntungan cepat dalam satu minggu, padahal itu adalah awal dari scamming," ujar Nandar, Kamis 23 April 2026.
Diskomsantik mengakui kesulitan dalam mendeteksi keberadaan skema ponzi secara dini tanpa adanya laporan aktif dari pihak yang bersangkutan. Sejauh ini, pencegahan baru bisa dilakukan secara maksimal apabila pegawai melakukan koordinasi atau berkonsultasi sebelum melakukan transaksi keuangan pada aplikasi tertentu. Pihaknya mencatat terdapat kasus di mana pegawai hampir mengirimkan sejumlah uang dalam jumlah besar ke luar daerah, namun berhasil dicegah setelah dilakukan pengecekan teknis.
Fenomena ASN yang terjebak dalam pusaran investasi bodong dikatakannya seringkali bermula dari testimoni kawan dekat yang mengaku telah mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Pola "kepercayaan teman" ini dinilainya lebih berbahaya dan efektif bagi pelaku penipuan dibandingkan melalui pesan WhatsApp atau aplikasi asing secara acak.
Guna memfasilitasi kebutuhan konsultasi tersebut, Nandar mengatakan Diskomsantik telah menyediakan layanan khusus berupa klinik pengaduan yang dapat diakses oleh para pegawai. Fasilitas ini disebutnya bertujuan untuk memberikan ruang bagi ASN agar dapat memverifikasi legalitas sebuah platform keuangan sebelum memutuskan untuk menyetorkan modal.
Kehadiran layanan ini diharapkannya mampu meminimalisir risiko kerugian materi yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah per individu. "Kami sudah buat klinik pengaduan juga untuk memfasilitasi konsultasi pegawai. Kemarin ada salah satu pegawai yang mau mentransfer uang, tapi segera saya cegah karena itu jelas penipuan," ucapnya.
Ia pun mengatakan isu keamanan siber di Pandeglang diperumit dengan sifat kejahatan yang tidak mengenal batas negara, menurut Nandar pelaku memanfaatkan server internasional untuk mengelabui pelacakan aparat. Namun menurutnya Diskomsantik terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat guna memperbarui data situs-situs mencurigakan yang beredar di tengah masyarakat.
Pengawasan internal di lingkungan OPD pun dikatakannya diperketat agar tidak ada lagi pegawai yang menjadi sasaran empuk para pelaku scamming.***
