SERANG - Kasus campak di Kota Serang pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga April 2026 kasus campak sudah mencapai ratusan.
“Tentu kondisi ini mendorong langkah cepat untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama pada kelompok anak-anak yang rentan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Serang, Nurhayati kepada media Jumat, 17 April 2026.
Kecamatan Serang menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kasus tertinggi. Pemerintah setempat langsung menetapkan langkah penanganan melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekebalan kelompok secara cepat di wilayah yang terdampak, sehingga rantai penularan dapat segera diputus. Dinas Kesehatan Kota Serang juga memperkuat imunisasi rutin sebagai langkah preventif utama.
Selain itu, surveilans aktif dilakukan guna mendeteksi kasus baru sedini mungkin. Petugas kesehatan diturunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pelacakan dan penanganan cepat terhadap pasien yang terindikasi.
Namun, Nurhayati mengatakan upaya ini tidak lepas dari berbagai kendala di lapangan. Salah satunya adalah masih adanya penolakan dari sebagian orang tua terhadap imunisasi anak. Selain itu, kondisi anak yang sedang sakit atau bepergian saat jadwal imunisasi juga menjadi faktor yang menghambat capaian target.
Meski demikian, capaian imunisasi di Kota Serang sebenarnya sudah cukup tinggi. Pada tahun sebelumnya, cakupan imunisasi campak telah mencapai di atas 75 persen hingga 90 persen. Namun angka tersebut masih perlu ditingkatkan agar mencapai target ideal minimal 95 persen sesuai standar kesehatan.
“Pemerintah juga melibatkan berbagai pihak dalam penanganan kasus ini, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga institusi pendidikan. Kemudian kami melakukan sosialisasi secara masif melalui penyuluhan dan kunjungan langsung ke masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi,” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk segera melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan penyebaran campak dapat ditekan dan risiko komplikasi serius dapat dihindari.***
